De-Soekarnoisasi, kebijakan politik yang dibuat oleh pemerintahan Orde Baru dibawah komando Jenderal Soeharto yang digunakan untuk memperkecil peranan, kehadiran dan pengaruh kuat Soekarno dalam ingatan bangsa Indonesia. Beberapa buku Soekarno dilarang beredar di seluruh Indonesia.
Buku dibawah Bendera Revolusi disita. Suharto dan Imperialisme AS beserta antek-anteknya takut dengan nasionalisme Soekarno. Langkah lain untuk semakin menghilangkan jejak Soekarno dalam sejarah Indonesia adalah mengganti nama Seokarno yang diberikan pada nama jalan atau bangunan seperti SUGBK menjadi Stadion Utama Senayan, kota Soekarnopura (sebelumnya bernama Hollandia) menjadi Jayapura dan juga Puncak Soekarno menjadi Puncak Jaya.
Parahnya lagi, keinginan Soekarno untuk dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor ditolak mentah-mentah oleh Soeharto dan malah dimakamkan di Blitar, tempat asalnya. Soeharto juga menganggap Soekarno komunis dan terlibat dalam G/30 S PKI. Soeharto benar-benar menghancurkan setiap elemen yang mengandung Soekarno, yang baginya adalah virus.
Selasa, 29 September 2009
Sang Penjilat Imperialisme, SOEHARTO... (part I)
Label: Crime, Indonesia, Sejarah, Tokoh Indonesia
Diposting oleh Ihdam di 10.24
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar