SELAMAT ULANG TAHUN YA RASULULLAH!!!
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Februari 2010
Kamis, 24 Desember 2009
I Know I Was Wrong
From Middle July to Late December. Almost six months that I close my mouth for talking to my friend, a person who was very close to me a year ago. I missed that moment. A moment where we were in togetherness and I think he would be my bestfriend but the fact is he would never be. Really, I know I was wrong 7 months ago when I dated his ex and he really mad to me and said that he was really surprised for what I was doing.
He said that I was a person who he believed because I always listen to his story about his ex, all the time and he hoped someday they could be reunite till the tragic moment that I did, made our friendship gone down. He told me that he was so dissapointed and feel that he was betrayed by me. I asked apologize to him but he said that he forgive me but never hope that we could be close like before.
I regretted it. I asked myself why I did that, why I did that to my best friend. Really, I was blinded by love, a fake love. Now, I lost two friends. First is my ex bestfriend and Second is my ex GF. Now they are cooler than Snow. Finally, I'm in hurry to pass my senior high so I can look for another new friend and I want to start a new chapter so that I never repeat my bad anymore.
For the last word: I REGRET MY FRIEND, I REALIZE THAT FRIENDSHIP IS MORE IMPORTANT THAN A GIRL AND I HOPE THAT WE CAN BE REUNITE IN THE NEXT YEAR.
Label: Cerita Bijak, Renungan, Story
Diposting oleh Ihdam di 19.51 0 komentar
Kamis, 01 Oktober 2009
That's What Friends Are For
And I never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned
I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today
And then if you can remember ...
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Well you came and opened me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you
And then for the times when we're apart
Well then close your eyes and know
These words are coming from my heart
And then if you can remember ...
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
In good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
(*Thats what friends are for*)
Selasa, 08 September 2009
True Friendship
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Renungkan :
**"Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri"
"Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita."**
Label: Renungan
Diposting oleh Ihdam di 13.14 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)